<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Difkanurs&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://difkanurs.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://difkanurs.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Aug 2010 17:53:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='difkanurs.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Difkanurs&#039;s Blog</title>
		<link>http://difkanurs.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://difkanurs.wordpress.com/osd.xml" title="Difkanurs&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://difkanurs.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>asuhan keperawatan GBS</title>
		<link>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-gbs/</link>
		<comments>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-gbs/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>difkanurs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://difkanurs.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.LATAR BELAKANG GBS merupakan suatu sindroma klinis dari kelemahan akut ekstermitas tubuh yang disebabkan oleh kelainan saraf tepid an bukan oleh penyakit yang sistematis GBS  merupakan suatu syndrome klinis yang ditandai adanya paralisis flasidyang terjadi secara akut berhubungan dengan proses autoimmune dimana targetnya adalahsaraf perifer, radiks, dan nervus kranialis ( Bosch, 1998) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=19&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I</p>
<p>PENDAHULUAN</p>
<p>1.LATAR BELAKANG</p>
<p>GBS merupakan suatu sindroma klinis dari kelemahan akut ekstermitas tubuh yang disebabkan oleh kelainan saraf tepid an bukan oleh penyakit yang sistematis<br />
GBS  merupakan suatu syndrome klinis yang ditandai adanya paralisis flasidyang terjadi secara akut berhubungan dengan proses autoimmune dimana targetnya adalahsaraf perifer, radiks, dan nervus kranialis ( Bosch, 1998)</p>
<p>Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi influenza saluran pernapasan. Pada saat inilah kita merasa nafas tersumbat seperti orang Flu.</p>
<p>Pada umumnya ada dua jenis pengobatannya adalah Plasma Exchange dan Intravenous immunoglobulin. Kedua cara itu saat ini sama sama efektif, walaupun ada pihak tertentu yang mengklaim plasma exchange lebih baik, sedangkan di pihak lain immunoglobulin lebih baik. Tetapi jika ada yang mengusulkan menggunakan kedua cara tersebut secara bergantian maka sebaiknya anda jangan mau.</p>
<p>pilihlah salah satu cara saja. karena pengobatan ini mungkin harus dilakukan berkali kali, tergantung dari keakutan GBS anda dan kestabilan kesehatan anda, jika anda sudah memutuskan satu terapi lakukan terapi yang sama untuk selanjutnya.</p>
<p>2.TUJUAN</p>
<p>Tujuan dari pembuatan  makalah ini asuhan keperawatan ini adalah untuk membahas mengenai cara mendiagnosis dini dan mekanisme terjadinya  GBS.</p>
<p>3. MANFAAT</p>
<p>Manfaat dari asuhan keperawatan dengan GBS Ini bermanfaat untuk melakukuan askep yang valid mulai dari pengkajian, diagnose keperawatan, proses kaperawatan, implementasi, evaluasi.</p>
<p>BAB II</p>
<p>TINJAUN TEORI</p>
<p>1. KONSEP DASAR TEORI</p>
<ol>
<li>DEFINISI</li>
</ol>
<p>GBS adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun.<br />
GBS adalah penyakit akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sistem sarung saraf.Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi influenza saluran pernapasan<br />
GBS merupakan suatu sindroma klinis dari kelemahan akut ekstermitas tubuh yang disebabkan oleh kelainan saraf tepid an bukan oleh penyakit yang sistematis<br />
GBS  merupakan suatu syndrome klinis yang ditandai adanya paralisis flasidyang terjadi secara akut berhubungan dengan proses autoimmune dimana targetnya adalahsaraf perifer, radiks, dan nervus kranialis ( Bosch, 1998)</p>
<ol>
<li>ANATOMI FISIOLOGI</li>
</ol>
<ol>
<li>ETIOLOGI</li>
</ol>
<h3>Sampai saat ini masih belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya dan masih menjadi bahan perdebatan. GBS diduga disebabkan oleh infeksi virus, tahap akhir-akhir ini terungkap bahwa virus bukan sebagai penyebab. Teori yang dianut sekarang adalah suatu kelainan imunologik, baik secara primariimmune response maupun mediated process</h3>
<h3>D.GEJALA KLINIS</h3>
<h3>Didahului oleh nafas tersumbat yang datang secara tiba-tiba seperti hidung yang sedang kena pilek, tapi pilek yang kering.<br />
Karena nafas terganggu tidak lama akan terasa gelisah dan<br />
disusul oleh kesemutan pada kedua tangan.<br />
Pusing seperti terhuyung-huyung.<br />
Mulut terasa asam.<br />
Badan lemas, sesekali terasa dingin di telapak masih tersa 2-3 hari setelah kejadian</p>
<p>E.PATOFISIOLOGI</h3>
<h3>Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi influenza saluran pernapasan. Pada saat inilah kita merasa nafas tersumbat seperti orang Flu.<br />
Setelah nafas tersumbat di dalam tubuh terjadi reaksi autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh sendiri yang menyerang bagian dari ujung ujung saraf.Pada saat inilah terjadi kesemutan. Karena kesemutan atau Parestesia itu timbul bila terjadi gangguan Pada serabut saraf. Pada penderita GBS yang akut, kesemutan tidak hanya pada tangan tetapi bisa menjalar ke kaki hingga ke perut.<br />
Itulah sebabnya penyakit GBS ini bisa menyebabkan kelumpuhan, bahkan bisa juga menyebabkan kematian apabila Perusakan saraf pernafasan sudah mencapai akar saraf di leher sehingga pasien kesulitasn bernafas dan menyebabkan kematian mendadak.<br />
Proses demyelinisasi saraf tepi pada SGB dipengaruhi olehrespon imunitas seluler dan imunitas humoral yang dipicu oleh berbagai peristiwa sebelumnyayang paling sering infeksi virus.</p>
<p>F. PENATALAKSANAAN</h3>
<p>Pada umumnya ada dua jenis pengobatannya adalah Plasma Exchange dan Intravenous immunoglobulin. Kedua cara itu saat ini sama sama efektif, walaupun ada pihak tertentu yang mengklaim plasma exchange lebih baik, sedangkan di pihak lain immunoglobulin lebih baik. Tetapi jika ada yang mengusulkan menggunakan kedua cara tersebut secara bergantian maka sebaiknya anda jangan mau. pilihlah salah satu cara saja. karena pengobatan ini mungkin harus dilakukan berkali kali, tergantung dari keakutan GBS anda dan kestabilan kesehatan anda, jika anda sudah memutuskan satu terapi lakukan terapi yang sama untuk selanjutnya.</p>
<p>2. KONSEP DASAR ASKEP</p>
<p>A. PENGKAJIAN</p>
<p>Nona Y, 17 tahun datang ke Rumah Sakit A setelah 11 hari dirawat di Rumah sakit lain, dia datang dengan  diagnosa GBS dan gangguan fungsi kardio pulmonary yang menonjol disamping fungsi motoriknya. Hasil foto rontgen menjelaskan adanya Atelektaksis pada segmen lobus atas dan lobus tengah kanan. Fungsi motorik pada anggota atas memerlukan bantuan nuntuk bergerak. Sedangkan anggota gerak bawah mengalami Plegi. Di runah sakit A penderita di rawat di ruang ICU 14 hari dengan bantuan ventilator via lubang Trakheotomi untuk bernafas dan tiga hari lepas ventilator dengan masker O2 untuk memeksimalkan saturasi.<br />
Metode Seven Jumps<br />
1. Identifikasi kata-kata sulit<br />
2. Penetapan masalah<br />
Gangguan fungsi kardio pulmonary dan fungsi motorik disebabkan oleh Guillane Bare Syndrom<br />
3. Brainstorming</p>
<p>B.DIAGNOSA KEPERAWATAN</p>
<p>1.Pola nafas dan pertukaran gas tidak efektif b.d kelemahan otot-otot pernafasan</p>
<p>2.Gangguan mobilitas fisik b.d kerusakan neuromuskular.</p>
<p>C.INTERVENSI KEPERAWATAN</p>
<p>1. Dx keperawatan<br />
Pola nafas dan pertukaran gas tidak efektif b.d kelemahan otot-otot pernafasan<br />
2. Tujuan dan kriteria hasil:<br />
Setelah dilakukan tindkan 2x 24 jam diharapkan dapat mempertahankan pola pernafasan efektif melalui ventilator dengan criteria hasil:<br />
Tidak terdapat sianosis, saturasi oksigen dalam rentang normal.<br />
3. Intervensi:<br />
Mandiri<br />
Observasi pola nafas<br />
Auskultasi dada sesuai periodik, catat adanya bunyi nafas tambahan juga simetrisan gerak dada<br />
Periksa selang terhadap obstruksi<br />
Periksa fungsi alaram ventilator<br />
Pertahankan tas retuitasi<br />
Kolaborasi<br />
Kaji susunan ventilator secara rutin, dan yakinkan sesuai indikasi.<br />
Observasi presentasi konsentrasi O2<br />
Kaji volume tidal (10-15 ml/hg)<br />
Berikan tambahan oksigen sesuai kebutuhan pada fase posiktal.<br />
Siapkan untuk melakukan intubasi, jika ada indikasi</p>
<p>B. Diagnosa keperawatan<br />
1. Dx Kep<br />
Gangguan mobilitas fisik b.d kerusakan neuromuskular.</p>
<p>2. Tujuan dan kriteria hasil:<br />
Setelah dilakukan tindakan Keperawatan selama 2&#215;24 jam gangguan mobilitas fisik tidak akan terjadi dengan Kriteria Hasil:<br />
Klien akan menunjukan tindakan untuk memobilitas<br />
Mempertahankan posisi optimal dan fungsi yang dibutuhkan olehtak adanya konfraktur<br />
Mempertahankan/meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena/terkompensasi<br />
Mempertahankan Integritas Kulit</p>
<p>3. Intervensi:<br />
Mandiri<br />
Anjurkan klien untuk melakukan tirah baring beri sokongan sendi diats dan dibawah fraktur yang terpasang gips bila bergerak<br />
Rasionalnya ; Tirah baring menjadikan klien nyaman ,nyeri tertahankan<br />
Berikan tanpa lingkungan tenang dan perlu istirahat gangguan<br />
Rasionalnya; Untuk menjadikan klien rileks,dan meningkatkan psikologi klien,tidak cemas<br />
Anjurkan keluarga klien untuk membantu dalam melakukan latihan disertai distraksi dan relaksasi<br />
Rasionalnya; Latihan disertai distraksi dan relaksasidapat membantu pergerakan sendi ekstremitas kanan bawah<br />
Terapi aktivitas mobilitas sendi dengan ROM<br />
Rasionalnya; Terapi dengan ROM dapat membantu pergerakan aktifitas klien ,terapi penyembuhan,meningkatkan mobilitas<br />
Kolaborasi:<br />
Konfirmasikan dengan atau rujuk ke bagian terapi fisik atau terapi okupasi</p>
<p>D. IMPLEMENTASI.</p>
<p>MengObservasi pola nafas<br />
MengAuskultasi dada sesuai periodik, catat adanya bunyi nafas tambahan juga simetrisan gerak dada<br />
Memeriksa selang terhadap obstruksi<br />
Memeriksa fungsi alaram ventilator<br />
Mempertahankan tas retuitasi<br />
Kolaborasi<br />
Mengkaji susunan ventilator secara rutin, dan yakinkan sesuai indikasi.<br />
MengObservasi presentasi konsentrasi O2<br />
MengKaji volume tidal (10-15 ml/hg)<br />
MemBerikan tambahan oksigen sesuai kebutuhan pada fase posiktal.<br />
Menyiapkan untuk melakukan intubasi, jika ada indikasi</p>
<p>E.VALUASI</p>
<p>Masalah dikatakan teratasi apabila tidak terdapat sianosis, saturasi oksigen dalam rentang normal.</p>
<p>BAB III</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>KESIMPULAN DAN SARAN</p>
<p>GBS merupakan suatu sindroma klinis dari kelemahan akut ekstermitas tubuh yang disebabkan oleh kelainan saraf tepid an bukan oleh penyakit yang sistematis<br />
GBS  merupakan suatu syndrome klinis yang ditandai adanya paralisis flasidyang terjadi secara akut berhubungan dengan proses autoimmune dimana targetnya adalahsaraf perifer, radiks, dan nervus kranialis ( Bosch, 1998)</p>
<p>pilihlah salah satu cara saja. karena pengobatan ini mungkin harus dilakukan berkali kali, tergantung dari keakutan GBS anda dan kestabilan kesehatan anda, jika anda sudah memutuskan satu terapi lakukan terapi yang sama untuk selanjutnya.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Doengos.1999. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 3. EGC: Jakarta<br />
Long . BC. 1996. Perawatan Medical Bedah. VI APK : Bandung<br />
Underwood. L.C.E. 1999. Patologi Umum dan sistemik. EGC:Jakarta<br />
Wong. DC. 2003. Pedoman klinis Keperawatan Pediatrik, Edisi 4. EGC: Jakarta</p>
<p>By:defka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/difkanurs.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/difkanurs.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=19&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-gbs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bde5a7481e6b5bce02010ac5e128ac7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">difkanurs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hipertiroid</title>
		<link>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hipertiroid/</link>
		<comments>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hipertiroid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>difkanurs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://difkanurs.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Hipertiroid Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah. Thyrotoxicosis adalah suatu kondisi keracunan yang disebabkan oleh suatu kelebihan hormon-hormon tiroid dari penyebab mana saja. Thyrotoxicosis dapat disebabkan oleh suatu pemasukan yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid atau oleh produksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=16&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi Hipertiroid</p>
<p>Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah. Thyrotoxicosis adalah suatu kondisi keracunan yang disebabkan oleh suatu kelebihan hormon-hormon tiroid dari penyebab mana saja. Thyrotoxicosis dapat disebabkan oleh suatu pemasukan yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid atau oleh produksi hormon-hormon tiroid yang berlebihan oleh kelenjar tiroid. Karena kedua-duanya dokter dan pasien seringkali menggunakan kata-kata ini yang dapat dipertukarkan, kami akan mengambil beberapa kebebasan dengan menggunakan istilah &#8220;hipertiroid&#8221; diseluruh artikel ini.</p>
<p>Hormon-Hormon Tiroid</p>
<p>Hormon-hormon tiroid menstimulasi metabolisme dari sel-sel. Mereka diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam&#8217;s apple. Kelenjar membungkus sekeliling saluran udara (trachea) dan mempunyai suatu bentuk yang menyerupai kupu-kupu yang dibentuk oleh dua sayap (lobes) dan dilekatkan oleh suatu bagian tengah (isthmus).</p>
<p>Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari makanan-makanan seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk memproduksi hormon-hormon tiroid. Dua hormon-hormon tiroid yang paling penting adalah thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3) mewakili 99.9% dan 0.1% dari masing-masing hormon-hormon tiroid. Hormon yang paling aktif secara biologi (contohnya, efek yang paling besar pada tubuh) sebenarnya adalah T3. Sekali dilepas dari kelenjar tiroid kedalam darah, suatu jumlah yang besar dari T4 dirubah ke T3 &#8211; hormon yang lebih aktif yang mempengaruhi metabolisme sel-sel.</p>
<p>Pengaturan Hormon Tiroid &#8211; Rantai Komando</p>
<p>Tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang berlokasi di otak, disebut pituitari. Pada gilirannya, pituitari diatur sebagian oleh hormon tiroid yang beredar dalam darah (suatu efek umpan balik dari hormon tiroid pada kelenjar pituitari) dan sebagian oleh kelenjar lain yang disebut hipothalamus, juga suatu bagian dari otak.</p>
<p>Hipothalamus melepaskan suatu hormon yang disebut thyrotropin releasing hormone (TRH), yang mengirim sebuah signal ke pituitari untuk melepaskan thyroid stimulating hormone (TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal ke tiroid untuk melepas hormon-hormon tiroid. Jika aktivitas yang berlebihan dari yang mana saja dari tiga kelenjar-kelenjar ini terjadi, suatu jumlah hormon-hormon tiroid yang berlebihan dapat dihasilkan, dengan demikian berakibat pada hipertiroid.</p>
<p>Angka atau kecepatan produksi hormon tiroid dikontrol oleh kelenjar pituitari. Jika tidak ada cukup jumlah hormon tiroid yang beredar dalam tubuh untuk mengizinkan fungsi yang normal, pelepasan TSH ditingkatkan oleh pituitari dalam suatu usahanya untuk menstimulasi tiroid untuk memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Sebaliknya, ketika ada suatu jumlah berlebihan dari hormon tiroid yang beredar, pelepasan TSH dikurangi ketika pituitari mencoba untuk mengurangi produksi hormon tiroid.</p>
<p>Hipertiroid</p>
<p>Penyebab-Penyebab Hipertiroid</p>
<p>Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:</p>
<p>* Penyakit Graves</p>
<p>* Functioning adenoma (&#8220;hot nodule&#8221;) dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG)</p>
<p>* Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormo tiroid</p>
<p>* Pengeluaran yang abnormal dari TSH</p>
<p>* Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)</p>
<p>* Pemasukkan yodium yang berlebihan</p>
<p>Penyakit Graves</p>
<p>Penyakit Graves, yang disebabkan oleh suatu aktivitas yang berlebihan dari kelenjar tiroid yang disama ratakan, adalah penyebab yang paling umum dari hipertiroid. Pada kondisi ini, kelenjar tiroid biasanya adalah pengkhianat, yang berarti ia telah kehilangan kemampuannya untuk merespon pada kontrol yang normal oleh kelenjar pituitari via TSH. Penyakit Graves adalah diturunkan/diwariskan dan adalah sampai lima kali lebih umum diantara wanita-wanita daripada pria-pria. Penyakit Graves diperkirakan adalah suatu penyakit autoimun, dan antibodi-antibodi yang adalah karakteristik-karakteristik dari penyakit ini mungkin ditemukan dalam darah. Antibodi-antibodi ini termasuk thyroid stimulating immunoglobulin (TSI antibodies), thyroid peroxidase antibodies (TPO), dan antibodi-antibodi reseptor TSH. Pencetus-pencetus untuk penyakit Grave termasuk:</p>
<p>* stres</p>
<p>* merokok</p>
<p>* radiasi pada leher</p>
<p>* obat-obatan dan</p>
<p>* organisme-organisme yang menyebabkan infeksi seperti virus-virus.</p>
<p>Penyakit Graves dapat didiagnosis dengan suatu scan tiroid dengan obat nuklir yang standar yang menunjukkan secara panjang lebar pengambilan yang meningkat dari suatu yodium yang dilabel dengan radioaktif. Sebagai tambahan, sebuah tes darah mungkin mengungkap tingkat-tingkat TSI yang meningkat.</p>
<p>Penyakit Grave&#8217; mungkin berhubungan dengan penyakit mata (Graves&#8217; ophthalmopathy) dan luka-luka kulit (dermopathy). Ophthalmopathy dapat terjadi sebelum, sesudah, atau pada saat yang sama dengan hipertiroid. Pada awalnya, ia mungkin menyebabkan kepekaan terhadap cahaya dan suatu perasaan dari &#8220;ada pasir didalam mata-mata&#8221;. Mata-mata mungkin menonjol keluar dan penglihatan ganda (dobel) dapat terjadi. Derajat dari ophthalmopathy diperburuk pada mereka yang merokok. Jalannya penyakit mata seringkali tidak tergantung dari penyakit tiroid, dan terapi steroid mungkin perlu untuk mengontrol peradangan yang menyebabkan ophthalmopathy. Sebagai tambahan, intervensi secara operasi mungkin diperlukan. Kondisi kulit (dermopathy) adalah jarang dan menyebabkan suatu ruam kulit yang tanpa sakit, merah, tidak halus yang tampak pada muka dari kaki-kaki.</p>
<p>Functioning Adenoma dan Toxic Multinodular Goiter</p>
<p>Kelenjar tiroid (seperti banyak area-area lain dari tubuh) menjadi lebih bergumpal-gumpal ketika kita menua. Pada kebanyakan kasus-kasus, gumpal-gumpal ini tidak memproduksi hormon-hormon tiroid dan tidak memerlukan perawatan. Adakalanya, suatu benjolan mungkin menjadi &#8220;otonomi&#8221;, yang berarti bahwa ia tidak merespon pada pengaturan pituitari via TSH dan memproduksi hormon-hormon tiroid dengan bebas. Ini menjadi lebih mungkin jika benjolan lebih besar dari 3 cm. Ketika ada suatu benjolan (nodule) tunggal yang memproduksi secara bebas hormon-hormon tiroid, itu disebut suatu functioning nodule. Jika ada lebih dari satu functioning nodule, istilah toxic multinodular goiter (gondokan) digunakan. Functioning nodules mungkin siap dideteksi dengan suatu thyroid scan.</p>
<p>Pemasukkan hormon-hormon tiroid yang berlebihan</p>
<p>Mengambil terlalu banyak obat hormon tiroid sebenarnya adalah sungguh umum. Dosis-dosis hormon-hormon tiroid yang berlebihan seringkali tidak terdeteksi disebabkan kurangnya follow-up dari pasien-pasien yang meminum obat tiroid mereka. Orang-orang lain mungkin menyalahgunakan obat dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan-tujuan lain seperti menurunkan berat badan. Pasien-pasien ini dapat diidentifikasikan dengan mendapatkan suatu pengambilan yodium berlabel radioaktif yang rendah (radioiodine) pada suatu thyroid scan.</p>
<p>Pengeluaran abnormal dari TSH</p>
<p>Sebuah tmor didalam kelenjar pituitari mungkin menghasilkan suatu pengeluaran dari TSH (thyroid stimulating hormone) yang tingginya abnormal. Ini menjurus pada tanda yang berlebihan pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormon tiroid. Kondisi ini adalah sangat jarang dan dapat dikaitkan dengan kelainan-kelainan lain dari kelenjar pituitari. Untuk mengidentifikasi kekacauan ini, seorang endocrinologist melakukan tes-tes terperinci untuk menilai pelepasan dari TSH.</p>
<p>Tiroiditis (peradangan dari tiroid)</p>
<p>Peradangan dari kelenjar tiroid mungkin terjadi setelah suatu penyakit virus (subacute thyroiditis). Kondisi ini berhubungan dengan suatu demam dan suatu sakit leher yang seringkali sakit pada waktu menelan. Kelenjar tiroid juga lunak jika disentuh. Mungkin ada sakit-sakit leher dan nyeri-nyeri yang disama ratakan. Peradangan kelenjar dengan suatu akumulasi sel-sel darah putih dikenal sebagai lymphocytes (lymphocytic thyroiditis) mungkin juga terjadi. Pada kedua kondisi-kondisi ini, peradangan meninggalkan kelenjar tiroid &#8220;bocor&#8221;, sehingga jumlah hormon tiroid yang masuk ke darah meningkat. Lymphocytic thyroiditis adalah paling umum setelah suatu kehamilan dan dapat sebenarnya terjadi pada sampai dengan 8 % dari wanita-wanita setelah melahirkan. Pada kasus-kasus ini,fase hipertiroid dapat berlangsung dari 4 sampai 12 minggu dan seringkali diikuti oleh suatu fase hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat berlangsung sampai 6 bulan. Mayoritas dari wanita-wanita yang terpengaruh kembali ke suatu keadaan fungsi tiroid yang normal. Tiroiditis dapat didiagnosis dengan suatu thyroid scan.</p>
<p>Pemasukkan Yodium yang berlebihan</p>
<p>Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon-hormon tiroid. Suatu kelebihan yodium dapat menyebabkan hipertiroid. Hipertiroid yang dipengaruhi/diinduksi oleh yodium biasanya terlihat pada pasien-pasien yang telah mempunyai kelenjar tiroid abnormal yang mendasarinya. Obat-obat tertentu, seperti amiodarone (Cordarone), yang digunakan dalam perawatan persoalan-persoalan jantung, mengandung suatu jumlah yodium yang besar dan mungkin berkaitan dengan kelainan-kelainan fungsi tiroid.</p>
<p>Hipertiroid</p>
<p>Gejala-Gejala Hipertiroid</p>
<p>Hipertiroid direkomendasikan oleh beberapa tanda-tanda dan gejala-gejala; bagaimanapun, pasien-pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak mengalami gejala-gejala. Pada pasien-pasien yang lebih tua dari 70 tahun, tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas mungkin juga tidak hadir. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Gejala-gejala biasanya berkaitan dengan suatu peningkatan kecepatan metabolisme tubuh.</p>
<p>Gejala-gejala umum termasuk:</p>
<p>* Keringat berlebihan</p>
<p>* Ketidaktoleranan panas</p>
<p>* Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat</p>
<p>* Gemetaran</p>
<p>* Kegelisahan; agitasi</p>
<p>* Denyut jantung yang cepat</p>
<p>* Kehilangan berat badan</p>
<p>* Kelelahan</p>
<p>* Konsentrasi yang berkurang</p>
<p>* Aliran menstrual yang tidak teratur dan sedikit</p>
<p>Pada pasien-pasien yang lebih tua, irama-irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung dapat terjadi. Pada bentuk yang paling parahnya, hipertiroid yang tidak dirawat mungkin berakibat pada &#8220;thyroid storm,&#8221; suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung. Perubahan-perubahan mental, seperti kebingungan dan kegila-gilaan, juga mungkin terjadi.</p>
<p>Mendiagnosis Hipertiroid</p>
<p>Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:</p>
<p>* gemetaran-gemetaran,</p>
<p>* keringat berlebihan,</p>
<p>* kulit yang seperti beludru halus,</p>
<p>* rambut halus,</p>
<p>* suatu denyut jantung yang cepat dan</p>
<p>* suatu pembesaran kelenjar tiroid.</p>
<p>Mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang karekteristik disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas. Gejala-gejala yang lebih lanjut biasanya lebih mudah dideteksi, namun gejala-gejala awal, terutama pada orang-orang yang lebih tua, mungkin tidak cukup menyolok mata. Pada semua kasus-kasus, suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.</p>
<p>Tingkat-tingkat darah dari hormon-hormon tiroid dapat diukur secara langsung dan biasanya meningkat dengan hipertiroid. Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH. Seperti disebutkan lebih awal, TSH dikeluakan oleh kelenjar pituitari. Jika suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan hadir, TSH diatur untuk turun dan tingkat TSH turun dalam suatu usaha untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Jadi, pengukuran TSH harus berakibat pada tingkat-tingkat yang rendah atau tidak terdeteksi pada kasus-kasus hipertiroid. Bagaimanapun, ada satu pengecualian. Jika jumlah hormon tiorid yang berlebihan disebabkan oleh suatu tumor pituitari yang mengeluarkan TSH, maka tingkat-tingkat TSH akan menjadi tingginya tidak normal. Penyakit tidak umum ini dikenal sebagai &#8220;hipertiroid sekunder&#8221;.</p>
<p>Meskipun tes-tes darah yang disebutkan sebelumnya dapat mengkonfirmasi kehadiran dari hormon tiroid yang berlebihan, mereka tidak menunjuk pada suatu penyebab spesifik. Jika ada kelibatan yang jelas dari mata-mata, suatu diagnosis dari penyakit Graves adalah hampir pasti. Suatu kombinasi dari screening antibodi (untuk penyakit Graves) dan suatu thyroid scan menggunakan yodium yang dilabel radioaktif (yang berkonsentrasi pada kelenjar tiroid) dapat membantu mendiagnosis penyakit tiroid yang mendasarinya. Investigasi-investigasi ini dipilih atas dasar kasus per kasus.</p>
<p>Hipertiroid</p>
<p>Merawat Hipertiroid</p>
<p>Pilihan-pilihan untuk merawat hipertiroid termasuk:</p>
<p>* Merawat gejala-gejala</p>
<p>* Obat-obat anti-tiroid</p>
<p>* Yodium ber-radioaktif</p>
<p>* Merawat gejala-gejala secara operasi</p>
<p>Merawat gejala-gejala</p>
<p>Ada tersedia obat-obat untuk merawat segera gejala-gejala yang disebabkan oleh kelebihan hormon-hormon tiroid, seperti suatu denyut jantung yang cepat. Satu dari golongan-golongan utama obat-obat yang digunakan untuk merawat gejala-gejala ini adalah beta-blockers [contohnya, propranolol (Inderal), atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor)]. Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun mereka tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah. Seorang dokter menentukan pasien-pasien mana yang dirawat berdasarkan pada sejumlah faktor-faktor tak tetap (variables) termasuk penyebab yang mendasari hipertiroid, umur pasien, ukuran kelenjar tiroid, dan kehadiran dari penyakit-penyakit medis yang ada bersamaan.</p>
<p>Obat-obat Anti-Tiroid</p>
<p>Ada dua obat-obat antitiroid utama tersedia untuk penggunaan di Amerika, methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil ( PTU). Obat-obat ini berakumulasi di jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. PTU juga menghalangi konversi dari hormon T4 ke hormon T3 yang secara metabolisme lebih aktif. Risiko utama dari obat-obat ini adalah penekanan sekali-kali dari produksi sel-sel darah putih oleh sumsum tulang (agranulocytosis). Sel-sel putih diperlukan untuk melawan infeksi. Adalah tidak mungkin untuk memberitahukan jika dan kapan efek sampingan ini akan terjadi, jadi penentuan sel-sel darah putih dalam darah secara teratur adalah tidak bermanfaat.</p>
<p>Adalah penting untuk pasien-pasien mengetahui bahwa jika mereka mengembangkan suatu demam, suatu sakit tenggorokan, atau tanda-tanda apa saja dari infeksi ketika meminum methimazole atau propylthiouracil, mereka harus segera mengunjungi seorang dokter. Ketika ada suatu kekhwatiran, risiko sebenarnya dari mengembangkan agranulocytosis adalah lebih kecil dari 1%. Pada umumnya, pasien-pasien harus ditemui oleh dokter pada interval-interval bulanan selama meminum obat-obat antitiroid. Dosis disesuaikan untuk mempertahankan pasien sedekat mungkin pada suatu keadaan tiroid yang normal (euthyroid). Sekali dosis stabil, pasien-pasien dapat ditemui pada interval-interval tiga bulan jika terapi jangka panjang direncanakan.</p>
<p>Biasanya, terapi antitiroid jangka panjang hanya digunakan untuk pasien-pasien dengan penyakit Graves, karena penyakit ini mungkin sebenarnya sembuh dibawah perawatan tanpa memerlukan radiasi tiroid atau operasi. Jika dirawat dari satu sampai dua tahun, data menunjukkan angka-angka kesembuhan dari 40%-70%. Ketika penyakitnya sembuh, kelenjarnya tidak lagi aktif berlebihan, dan obat antitiroid tidak diperlukan.</p>
<p>Studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa menambah suatu pil hormon tiroid pada obat antitiroid sebenarnya berakibat pada angka-angka kesembuhan yang lebih tinggi. Dasar pemikiran untuk ini mungkin adalah bahwa dengan menyediakan suatu sumber luar untuk hormon tiroid, dosis-dosis obat-obat antitiroid yang lebih tinggi dapat diberikan, yang mungkin menekan sistim imun yang aktif berlebihan pada orang-orang dengan penyakit Graves. Tipe terapi ini tetap kontroversiil (tetap diperdebatkan), bagaimanapun. Ketika terapi jangka panjang ditarik, pasien-pasien harus terus menerus ditemui oleh dokter setiap tiga bulan untuk tahun pertama, karena suatu kekambuhan dari penyakit Graves adalah mungkin dalam waktu periode ini. Jika seorang pasien kambuh, terapi obat antitiroid dapat dimulai kembali, atau yodium ber-radioaktif atau operasi mungkin dipertimbangkan.</p>
<p>Yodium ber-radioaktif</p>
<p>Yodium ber-radioaktif diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan) pada suatu dasar satu kali untuk mengablasi (ablate) suatu kelenjar yang hiperaktif. Yodium yang diberikan untuk perawatan ablasi (ablative treatment) adalah berbeda dengan yodium yang digunakan pada suatu scan. Untuk perawatan, isotope yodium 131 digunakan, dimana untuk suatu scan rutin, yodium 123 digunakan. Yodium ber-radioaktif diberikan setelah suatu scan yodium rutin, dan pengambilan yodium ditentukan untuk mengkonfirmasi hipertiroid. Yodium ber-radioaktif diambil oleh sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan mereka. Karena yodium diambil hanya oleh sel-sel tiroid, penghancuran hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan yang menyebar luas dengan terapi ini.</p>
<p>Ablasi (ablation) yodium ber-radioaktif telah digunakan dengan aman untuk lebih dari 50 tahun, dan penyebab-penyebab utama untuk tidak menggunakannya hanya adalah kehamilan dan menyusui. Bentuk dari terapi ini adalah pilihan perawatan untuk kekambuhan penyakit Graves, pasien-pasien dengan kelibatan penyakit jantung yang parah, mereka yang dengan multinodular goiter atau toxic adenomas, dan pasien-pasien yang tidak dapat mentoleransi obat-obat antitiroid. Yodium ber-radioaktif harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien dengan penyakit Graves yang berkaitan dengan mata karena studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa penyakit mata mungkin memburuk setelah terapi. Jika seorang wanita memilih untuk hamil setelah ablation, adalah direkomendasikan ia menunggu 8-12 bulan setelah perawatan sebelum hamil.</p>
<p>Pada umumnya, lebih dari 80% dari pasien-pasien disembuhkan dengan suatu dosis tunggal yodium ber-radioaktif. Itu memakan waktu antara 8 sampai 12 minggu untuk tiroid menjadi normal setelah terapi. Hipotiroid adalah komplikasi utama dari bentuk perawatan ini. Ketika suatu keadaan hipotiroid yang sementara mungkin terlihat sampai dengan enam bulan setelah perawatan dengan yodium ber-radioaktif, jika ia menetap dengan gigi lebih lama dari enam bulan, terapi penggantian tiroid (dengan T4 atau T3) biasanya dimulai.</p>
<p>Operasi</p>
<p>Operasi untuk mengangkat sebagian dari kelenjar tiroid (partial thyroidectomy) pernah sekali waktu dahulu adalah suatu bentuk yang umum perawatan hipertiroid. Tujuannya adalah untuk mengangkat jaringan tiroid yang memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Bagaimanapun, jika terlalu banyak jaringan yang diangkat, suatu produksi hormon tiroid yang tidak memadai (hipotiroid) mungkin berakibat. Pada kasus ini, terapi penggantian tiroid dimulai. Komplikasi utama dari operasi adalah gangguan/kekacauan dari jaringan sekitarnya, termasuk syaraf-syaraf yang menyediakan pita-pita suara (vocal cords) dan empat kelenjar-kelenjar kecil pada leher yang mengatur tingkat-tingkat kalsium dalm tubuh (kelenjar-kelenjar paratiroid). Pengangkatan kelenjar-kelenjar ini yang secara kebetulan mungkin berakibat pada tingkat-tingkat kalsium yang rendah dan memerlukan terapi penggantian kalsium.</p>
<p>Dengan perkenalan dari terapi yodium radioaktif dan obat-obat antitiroid, operasi untuk hipertiroid adalah tidak seumum seperti sebelumnya. Operasi adalah memadai untuk:</p>
<p>* pasien-pasien hamil dan anak-anak yang mempunyai reaksi-reaksi utama yang kurang baik terhadap obat-obat antitiroid.</p>
<p>* pasien-pasien dengan kelenjar-kelenjar tiroid yang sangat besar dan pada mereka yang mempunyai gejala-gejala yang bersumber dari penekanan dari jaringan-jaringan yang berdekatan pada tiroid, seperti kesulitan menelan, keparauan suara, dan sesak napas.</p>
<p>Yang Terbaik Untuk Anda</p>
<p>Jika anda khwatir bahwa anda mungkin mempunyai suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan, anda harus menyebutkan/mengutarakan gejala-gejala anda pada dokter anda. Suatu tes darah sederhana adalah langkah pertama pada diagnosis. Dari sana, kedua-duanya anda dan dokter anda dapat memutuskan langkah apa seharusnya berikutnya. Jika perawatan dijamin, adalah penting untuk anda untuk membiarkan dokter anda mengetahui kekhwatiran-kekhwatiran dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang anda punya tentang pilihan-pilihan yang tersedia. Ingat bahwa penyakit tiroid adalah sangat umum, dan ditangan-tangan yang baik, penyakit yang menyebabkan suatu kelebihan hormon-hormon tiroid dapat dengan mudah didiagnosis dan dirawat.</p>
<p>By:defka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/difkanurs.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/difkanurs.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=16&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hipertiroid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bde5a7481e6b5bce02010ac5e128ac7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">difkanurs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>asuhan keperawatan hiperteroidisme</title>
		<link>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-hiperteroidisme/</link>
		<comments>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-hiperteroidisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>difkanurs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://difkanurs.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME A. Definisi Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=12&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME</p>
<p>A. Definisi</p>
<p>Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan</p>
<p>kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan</p>
<p>biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan.</p>
<p>Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi</p>
<p>tiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan.</p>
<p>Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan disebabkan oleh kelenjar</p>
<p>tiroid bekerja secara berlebihan sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan</p>
<p>di dalam darah.</p>
<p>Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat</p>
<p>mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit</p>
<p>Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus:</p>
<p>infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi,</p>
<p>penghentian obat anti tiroid, ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit</p>
<p>serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.</p>
<p>1. Apakah itu tiroid ?</p>
<p>Kelenjar Tiroid adalah sejenis kelenjar endokrin yang terletak di bagian bawah</p>
<p>depan leher yang memproduksi hormon tiroid dan hormon calcitonin.</p>
<p>2. Hormon Tiroid</p>
<p>Hormon yang terdiri dari asam amino yang mengawal kadar</p>
<p>metabolisme</p>
<p>Penyakit Grave, penyebab tersering hipertiroidisme,</p>
<p>adalah suatu penyakit otoimun yang biasanya ditandai oleh</p>
<p>produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Otoantibodi</p>
<p>IgG ini, yang disebut immunooglobulin perangsang tiroid (thyroid-stimulating</p>
<p>immunoglobulin), meningkatkan pembenftukan HT, tetapi tidak mengalami umpan</p>
<p>balik negatif dari kadar HT yang tinggi. Kadar TSH dan TRH rendah karena keduanya</p>
<p>berespons terhadap peningkatan kadar HT. Penyebab penyaldt Grave tidak diketahui,</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>2</p>
<p>namun tampaknya terdapat predisposisi genetik terhadap penyakit otoimun, Yang</p>
<p>paling sering terkena adalah wanita berusia antara 20an sampai 30an.</p>
<p>Gondok nodular adalah peningkatan ukuran kelenjar tiroid akibat peningkatan</p>
<p>kebutuhan akan hormon tiroid. Peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid terjadi</p>
<p>selama periode pertumbuhan atau kebutuhan metabolik yang tinggi misalnya pada</p>
<p>pubertas atau kehamilan. Dalarn hal ini, peningkatan HT disebabkan oleh pengaktivan</p>
<p>hipotalamus yang didorong oleh proses metabolisme tubuh sehingga disertai oleh</p>
<p>peningkatan TRH dan TSH. Apabila kebutuhan akan hormon tiroid berkurang, ukuran</p>
<p>kelenjar tiroid biasanya kembali ke normal. Kadang-kadang terjadi perubahan yang</p>
<p>ireversibel dan kelenjar tidak dapat mengecil. Kelenjar yang membesar tersebut dapat,</p>
<p>walaupun tidak selalu, tetap memproduksi HT dalm jumlah berlebihan. Apabila</p>
<p>individu yang bersangkutan tetap mengalami hipertiroidisme, maka keadaan ini</p>
<p>disebut gondok nodular toksik.</p>
<p>Dapat terjadi adenoma, hipofisis sel-sel penghasil TSH atau penyakit</p>
<p>hipotalamus, walaupun jarang.</p>
<p>B. Klasifikasi</p>
<p>Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) di bagi dalam 2 kategori:</p>
<p>1. Kelainan yang berhubungan dengan Hipertiroidisme</p>
<p>2. Kelainan yang tidak berhubungan dengan Hipertiroidisme</p>
<p>C. Penyebab</p>
<p>Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau</p>
<p>hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai</p>
<p>penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan</p>
<p>keduanya.</p>
<p>Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambamn kadar HT</p>
<p>dan TSH yang finggi. TRF akan Tendah karena uinpan balik negatif dari HT dan TSH.</p>
<p>Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang finggi</p>
<p>disertai TSH dan TRH yang berlebihan.</p>
<p>1. Penyebab Utama</p>
<p>a. Penyakit Grave</p>
<p>b. Toxic multinodular goitre</p>
<p>c. ’’Solitary toxic adenoma’’</p>
<p>2. Penyebab Lain</p>
<p>a. Tiroiditis</p>
<p>b. Penyakit troboblastis</p>
<p>c. Ambilan hormone tiroid secara berlebihan</p>
<p>d. Pemakaian yodium yang berlebihan</p>
<p>e. Kanker pituitari</p>
<p>f. Obat-obatan seperti Amiodarone</p>
<p>D. Gejala-gejala</p>
<p>1. Peningkatan frekuensi denyut jantung</p>
<p>2. Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap</p>
<p>katekolamin</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>3</p>
<p>3. Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran</p>
<p>terhadap panas, keringat berlebihan</p>
<p>4. Penurunan berat, peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik)</p>
<p>5. Peningkatan frekuensi buang air besar</p>
<p>6. Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid</p>
<p>7. Gangguan reproduksi</p>
<p>8. Tidak tahan panas</p>
<p>9. Cepat letih</p>
<p>10. Tanda bruit</p>
<p>11. Haid sedikit dan tidak tetap</p>
<p>12. Pembesaran kelenjar tiroid</p>
<p>13. Mata melotot (exoptalmus</p>
<p>E. Diagnosa</p>
<p>Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini :</p>
<p>Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan</p>
<p>memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat</p>
<p>atau kelenjar tiroid.</p>
<p>1. TSH(Tiroid Stimulating Hormone)</p>
<p>2. Bebas T4 (tiroksin)</p>
<p>3. Bebas T3 (triiodotironin)</p>
<p>4. Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrabunyi untuk</p>
<p>memastikan pembesaran kelenjar</p>
<p>tiroid</p>
<p>5. Tiroid scan untuk melihat</p>
<p>pembesaran kelenjar tiroid</p>
<p>6. Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak</p>
<p>serum</p>
<p>7. Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan hiperglikemia</p>
<p>F. Komplikasi</p>
<p>Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis</p>
<p>tirotoksik (thyroid storm). Hal ini dapat berkernbang secara spontan pada pasien</p>
<p>hipertiroid yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada</p>
<p>pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam</p>
<p>jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia, agitasi, tremor, hipertermia</p>
<p>(sampai 106 oF), dan, apabila tidak diobati, kematian</p>
<p>Penyakit jantung Hipertiroid, oftalmopati Graves, dermopati Graves, infeksi</p>
<p>karena agranulositosis pada pengobatan dengan obat antitiroid. Krisis tiroid: mortalitas</p>
<p>G. Penatalaksanaan</p>
<p>1. Konservatif</p>
<p>Tata laksana penyakit Graves</p>
<p>a. Obat Anti-Tiroid. Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. Jika dosis</p>
<p>berlebih, pasien mengalami gejala hipotiroidisme.Contoh obat adalah sebagai</p>
<p>berikut :</p>
<p>1) Thioamide</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>4</p>
<p>2) Methimazole dosis awal 20 -30 mg/hari</p>
<p>3) Propylthiouracil (PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari, dosis maksimal</p>
<p>2.000 mg/hari</p>
<p>4) Potassium Iodide</p>
<p>5) Sodium Ipodate</p>
<p>6) Anion Inhibitor</p>
<p>b. Beta-adrenergic reseptor antagonist. Obat ini adalah untuk mengurangi gejalagejala</p>
<p>hipotiroidisme. Contoh: Propanolol</p>
<p>Indikasi :</p>
<p>a. Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda</p>
<p>dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis</p>
<p>b. Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau</p>
<p>sesudah pengobatan yodium radioaktif</p>
<p>c. Persiapan tiroidektomi</p>
<p>d. Pasien hamil, usia lanjut</p>
<p>e. Krisis tiroid</p>
<p>Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan, sementara menunggu</p>
<p>pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Propanolol</p>
<p>dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan, pasien kontrol setelah 4-8</p>
<p>minggu. Setelah eutiroid, pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala</p>
<p>dan tanda klinis, serta Lab.FT4/T4/T3 dan TSHs. Setelah tercapai eutiroid, obat</p>
<p>anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih</p>
<p>memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Kemudian pengobatan</p>
<p>dihentikan , dan di nilai apakah tejadi remisi. Dikatakan remisi apabila setelah 1</p>
<p>tahun obat antitiroid di hentikan, pasien masih dalam keadaan eutiroid, walaupun</p>
<p>kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.</p>
<p>2. Surgical</p>
<p>a. Radioaktif iodine.</p>
<p>Tindakan ini adalah untuk</p>
<p>memusnahkan kelenjar</p>
<p>tiroid yang hiperaktif</p>
<p>b. Tiroidektomi.</p>
<p>Tindakan Pembedahan ini</p>
<p>untuk mengangkat kelenjar</p>
<p>tiroid yang membesar</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>5</p>
<p>ASUHAN KEPERAWATAN</p>
<p>Konsep asuhan keperawatan pada klien hipertiroidisme merujuk pada konsep yang</p>
<p>dikutip dari Doenges (2000), seperti dibawah ini :</p>
<p>A. Pengkajian</p>
<p>1. Aktivitas atau istirahat</p>
<p>a. Gejala : Imsomnia, sensitivitas meningkat, Otot lemah, gangguan koordinasi,</p>
<p>Kelelahan berat</p>
<p>b. Tanda : Atrofi otot</p>
<p>2. Sirkulasi</p>
<p>a. Gejala : Palpitasi, nyeri dada (angina)</p>
<p>b. Tanda : Distritmia (vibrilasi atrium), irama gallop, murmur, Peningkatan</p>
<p>tekanan darah dengan tekanan nada yang berat. Takikardia saat istirahat.</p>
<p>Sirkulasi kolaps, syok (krisis tirotoksikosis)</p>
<p>3. Eliminasi</p>
<p>Gejala : Perubahan pola berkemih ( poliuria, nocturia), Rasa nyeri / terbakar,</p>
<p>kesulitan berkemih (infeksi), Infeksi saluran kemih berulang, nyeri tekan</p>
<p>abdomen, Diare, Urine encer, pucat, kuning, poliuria ( dapat berkembang menjadi</p>
<p>oliguria atau anuria jika terjadi hipovolemia berat), urine berkabut, bau busuk</p>
<p>(infeksi), Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif ( diare )</p>
<p>4. Integritas / Ego</p>
<p>a. Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, Masalah finansial yang</p>
<p>berhubungan dengan kondisi.</p>
<p>b. Tanda : Ansietas peka rangsang</p>
<p>5. Makanan / Cairan</p>
<p>a. Gejala : Hilang nafsu makan, Mual atau muntah. Tidak mengikuti diet :</p>
<p>peningkatan masukan glukosa atau karbohidrat, penurunan berat badan lebih</p>
<p>dari periode beberapa hari/minggu, haus, penggunaan diuretik ( tiazid )</p>
<p>b. Tanda : Kulit kering atau bersisik, muntah, Pembesaran thyroid ( peningkatan</p>
<p>kebutuhan metabolisme dengan pengingkatan gula darah ), bau halitosis atau</p>
<p>manis, bau buah ( napas aseton)</p>
<p>6. Neurosensori</p>
<p>a. Gejala : Pusing atau pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada</p>
<p>otot parasetia, gangguan penglihatan</p>
<p>b. Tanda : Disorientasi, megantuk, lethargi, stupor atau koma ( tahap lanjut),</p>
<p>gangguan memori ( baru masa lalu ) kacau mental. Refleks tendon dalam</p>
<p>(RTD menurun; koma). Aktivitas kejang ( tahap lanjut dari DKA)</p>
<p>7. Nyeri / Kenyamanan</p>
<p>Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri (sedang / berat), Wajah meringis dengan</p>
<p>palpitasi, tampak sangat berhati-hati.</p>
<p>8. Pernapasan</p>
<p>a. Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan / tanpa sputum purulen</p>
<p>(tergantung adanya infeksi atau tidak)</p>
<p>b. Tanda : sesak napas, batuk dengan atau tanpa sputum purulen (infeksi),</p>
<p>frekuensi pernapasan meningkat</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>6</p>
<p>9. Keamanan</p>
<p>a. Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit</p>
<p>b. Tanda : Demam, diaforesis, kulit rusak, lesi atau ulserasi, menurunnya</p>
<p>kekuatan umum / rentang gerak, parastesia atau paralysis otot termasuk otototot</p>
<p>pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam )</p>
<p>10. Seksualitas</p>
<p>a. Gejala : Rabas wanita ( cenderung infeksi ), masalah impotent pada pria ;</p>
<p>kesulitan orgasme pada wanita</p>
<p>b. Tanda : Glukosa darah : meningkat 100-200 mg/ dl atau lebih. Aseton plasma :</p>
<p>positif secara menjolok. Asam lemak bebas : kadar lipid dengan kolosterol</p>
<p>meningkat</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>7</p>
<p>B. Diagnosa Keperawatan</p>
<p>Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada klien yang mengalami hipertiroidisme</p>
<p>adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid</p>
<p>tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung</p>
<p>2. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan</p>
<p>energi</p>
<p>3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan</p>
<p>dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan</p>
<p>penurunan berat badan)</p>
<p>4. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan</p>
<p>perubahan mekanisme perlindungan dari mata ; kerusakan penutupan kelopak</p>
<p>mata/eksoftalmus.</p>
<p>5. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik.</p>
<p>6. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan</p>
<p>berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.</p>
<p>7. Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik,</p>
<p>peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur</p>
<p>C. Perencanaan / Intervensi.</p>
<p>1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid</p>
<p>tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung</p>
<p>Tujuan :Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan</p>
<p>kebutuhan tubuh, dengan kriteria : 1) Nadi perifer dapat teraba normal. 2) Vital</p>
<p>sign dalam batas normal. 3) Pengisian kapiler normal 4) Status mental baik 5)</p>
<p>Tidak ada disritmia</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Pantau tekanan darah pada posisi baring, duduk dan berdiri jika</p>
<p>memungkinkan. Perhatikan besarnya tekanan nadi</p>
<p>Rasional : Hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari</p>
<p>vasodilatasi perifer yang berlebihan dan penurunan volume sirkulasi</p>
<p>b. Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan</p>
<p>pasien.</p>
<p>Rasional : Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh</p>
<p>otot jantung atau iskemia</p>
<p>c. Auskultasi suara nafas. Perhatikan adanya suara yang tidak normal (seperti</p>
<p>krekels)</p>
<p>Rasional : S1 dan murmur yang menonjol berhubungan dengan curah</p>
<p>jantung meningkat pada keadaan hipermetabolik</p>
<p>d. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat, mukosa membran kering, nadi</p>
<p>lemah, penurunan produksi urine dan hipotensi</p>
<p>Rasional : Dehidrasi yang cepat dapat terjadi yang akan menurunkan</p>
<p>volume sirkulasi dan menurunkan curah jantung</p>
<p>e. Catat masukan dan haluaran</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>8</p>
<p>Rasional : Kehilangan cairan yang terlalu banyak dapat menimbulkan</p>
<p>dehidrasi berat</p>
<p>2. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan</p>
<p>energi</p>
<p>Tujuan : Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat</p>
<p>energi</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Pantau tanda vital dan catat nadi baik istirahat maupun saat aktivitas.</p>
<p>Rasional : Nadi secara luas meningkat dan bahkan istirahat , takikardia</p>
<p>mungkin ditemukan</p>
<p>b. Ciptakan lingkungan yang tenang</p>
<p>Rasional : Menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat menimbulkan</p>
<p>agitasi, hiperaktif, dan imsomnia</p>
<p>c. Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas</p>
<p>Rasional : Membantu melawan pengaruh dari peningkatan metabolisme</p>
<p>d. Berikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti massage</p>
<p>Rasional : Meningkatkan relaksasi</p>
<p>3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan</p>
<p>dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan</p>
<p>penurunan berat badan)</p>
<p>Tujuan : Klien akan menunjukkan berat badan stabil dengan kriteria :</p>
<p>a. Nafsu makan baik.</p>
<p>b. Berat badan normal</p>
<p>c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Catat adanya anoreksia, mual dan muntah</p>
<p>Rasional : Peningkatan aktivitas adrenergic dapat menyebabkan gangguan</p>
<p>sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia</p>
<p>b. Pantau masukan makanan setiap hari, timbang berat badan setiap hari</p>
<p>Rasional : Penurunan berat badan terus menerus dalam keadaan masukan</p>
<p>kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi antitiroid</p>
<p>c. kolaborasi untuk pemberian diet tinggi kalori, protein, karbohidrat dan vitamin</p>
<p>Rasional : Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat-zat</p>
<p>makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang sesuai</p>
<p>4. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan</p>
<p>perubahan mekanisme perlindungan dari mata; kerusakan penutupan kelopak</p>
<p>mata/eksoftalmus</p>
<p>Tujuan : Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas</p>
<p>dari ulkus</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Observasi adanya edema periorbital</p>
<p>Rasional : Stimulasi umum dari stimulasi adrenergik yang berlebihan</p>
<p>b. Evaluasi ketajaman mata</p>
<p>Rasional : Oftalmopati infiltratif adalah akibat dari peningkatan jaringan retroorbita</p>
<p>c. Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>9</p>
<p>Rasional : Melindungi kerusakan kornea</p>
<p>d. Bagian kepala tempat tidur ditinggikan</p>
<p>Rasional : Menurunkan edema jaringan bila ada komplikasi</p>
<p>5. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik</p>
<p>Tujuan : Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi</p>
<p>dengan kriteria : Pasien tampak rileks</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas</p>
<p>Rasional : Ansietas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsang dan</p>
<p>imsomnis</p>
<p>b. Bicara singkat dengan kata yang sederhana</p>
<p>Rasional : Rentang perhatian mungkin menjadi pendek , konsentrasi</p>
<p>berkurang, yang membatasi kemampuan untuk mengasimilasi informasi</p>
<p>c. Jelaskan prosedur tindakan</p>
<p>Rasional : Memberikan informasi yang akurat yang dapat menurunkan</p>
<p>kesalahan interpretasi</p>
<p>d. Kurangi stimulasi dari luar</p>
<p>Rasional : Menciptakan lingkungan yang terapeutik</p>
<p>6. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan</p>
<p>berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi</p>
<p>Tujuan : Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya dengan kriteria</p>
<p>Mengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa depan</p>
<p>Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan</p>
<p>pilihan berdasarkana informasi</p>
<p>b. Berikan informasi yang tepat</p>
<p>Rasional : Berat ringannya keadaan, penyebab, usia dan komplikasi yang</p>
<p>muncul akan menentukan tindakan pengobatan</p>
<p>c. Identifikasi sumber stress</p>
<p>Rasional : Faktor psikogenik seringkali sangat penting dalam</p>
<p>memunculkan/eksaserbasi dari penyakit ini</p>
<p>d. Tekankan pentingnya perencanaan waktu istirahat</p>
<p>Rasional : Mencegah munculnya kelelahan</p>
<p>e. Berikan informasi tanda dan gejala dari hipotiroid</p>
<p>Rasional : Pasien yang mendapat pengobatan hipertiroid besar kemungkinan</p>
<p>mengalami hipotiroid yang dapat terjadi segera setelah pengobatan selama 5</p>
<p>tahun kedepan</p>
<p>7. Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik,</p>
<p>peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur</p>
<p>Tujuan : Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan</p>
<p>dalam berpikir/berprilaku dan faktor penyebab.</p>
<p>Intervensi :</p>
<p>a. Kaji proses pikir pasien seperti memori, rentang perhatian, orientasi terhadap</p>
<p>tempat, waktu dan orang</p>
<p>Rasional : Menentukan adanya kelainan pada proses sensori</p>
<p>Askep Klien Hipertiroidisme</p>
<p>By@Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes</p>
<p>10</p>
<p>b. Catat adanya perubahan tingkah laku</p>
<p>Rasional :Kemungkinan terlalu waspada, tidak dapat beristirahat, sensitifitas</p>
<p>meningkat atau menangis atau mungkin berkembang menjadi psikotik yang</p>
<p>sesungguhnya</p>
<p>c. kaji tingkat ansietas</p>
<p>Rasional :Ansietas dapat merubah proses pikir</p>
<p>d. Ciptakan lingkungan yang tenang, turunkan stimulasi lingkungan</p>
<p>Rasional <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> enurunan stimulasi eksternal dapat menurunkan</p>
<p>hiperaktifitas/refleks, peka rangsang saraf, halusinaso pendengara.</p>
<p>e. Orientasikan pasien pada tempat dan waktu</p>
<p>Rasional :Membantu untuk mengembangkan dan mempertahankan kesadaran</p>
<p>pada realita/lingkungan</p>
<p>f. Anjurkan keluarga atau orang terdekat lainnya untuk mengunjungi klien.</p>
<p>Rasional :Membantu dalam mempertahankan sosialisasi dan orientasi pasien.</p>
<p>g. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti sedatif/tranquilizer, atau</p>
<p>obat anti psikotik.</p>
<p>Rasional :Meningkatkan relaksasi, menurunkan hipersensitifitas saraf/agitasi</p>
<p>untuk meningkatkan proses pikir.</p>
<p>D. Evaluasi</p>
<p>Hasil yang diharapkan adalah :</p>
<p>1. Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan</p>
<p>tubuh</p>
<p>2. Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi</p>
<p>3. Klien akan menunjukkan berat badan stabil</p>
<p>4. Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas dari</p>
<p>ulkus</p>
<p>5. Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi</p>
<p>6. Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya</p>
<p>7. Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam</p>
<p>berpikir/berprilaku dan faktor penyebab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/difkanurs.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/difkanurs.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=12&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/asuhan-keperawatan-hiperteroidisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bde5a7481e6b5bce02010ac5e128ac7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">difkanurs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hello-world/</link>
		<comments>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 15:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>difkanurs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://difkanurs.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=1&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/difkanurs.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/difkanurs.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=difkanurs.wordpress.com&amp;blog=15018103&amp;post=1&amp;subd=difkanurs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://difkanurs.wordpress.com/2010/08/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bde5a7481e6b5bce02010ac5e128ac7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">difkanurs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
